Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis

Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis
"Kalau memulai bisnis jangan sampai ketika baru mulai langsung
membayangkan untung besar atau membangun sistem
yang muluk-muluk atau rumit. 
Yang penting bisnis bisa bergulir dulu"
Bismillahirohmannirrohim, Selamat siang sahabat tugaselesai. Postingan kali ini admin akan membahas tentang kisah-kisah sukses pengusaha yang mereka bangun dari 0 yang nantinya bisa sahabat jadikan motivasi untuk memulai sebuah usaha. Terus terang penulis kurang tertarik mengulas pengusaha yang sudah dilahirkan dari keluarga orang sukses karena rata-rata mereka tidak melakukan banyak hal yang fundamental. Yang lebih sukses dan hebat sebenarnya bukan dia, tetapi orang tuanya. Berikut pengusaha tersebut.

1. M. NADJIKH
Membangun industri pengolahan seafood kelas dunia berbekal kerja keras, itulah pekerjaan beliau sekarang, dahulu kondisi ekonomi keluarga yang dirundung banyak kesulitan itu tidak membuat NADJIKH patah arang. Hal itu justru melecut semangatnya untuk maju. Ia berketetapan menyelesaikan sekolah SMAnya meski dengan dana seadanya. Setelah di beritahu gurunya bahwa ia diterima di IPB, "saya bertekad bahwa saya harus punya prestasi yang baik sehingga bisa mendapat beasiswa di tingkat II dan seterusnya. Soalnya di tingkat I belum ada beasiswa." katanya. Singkatnya dari kegiatan mengajar NADJIKH bisa bertahan kuliah dan mencukupi kebutuhan untuk makan dan membeli pakaian.

Selepas lulus IPB tahun 1984, NADJIKH ditawari menjadi dosen di IPB, sekali lagi nilai ipnya memang bagus dan kebetulan sedang ada lowongan tenaga dosen.
Namun apa mau dikata, setelah mengajar di IPB selama setengah tahun ia merasa tidak menikmati pekerjaan, bosan dan terlalu monoton katanya.

NADJIKH tak ingin hanya memikirkan karirnya sendiri dengan cara menjadi dosen sementara adiknya belum jelas masa depan nya karena ibunya tak punya uang lagi untuk menyekolahkan. "ibu saya sampai jualan bubur di depan rumah. Adik saya buruh mbungkusin kerupuk ditempat tetangga dan jualan es di kelas. Kalau ada pelajaran ia masuk kelas belajar, lalu kalau istirahat jualan lagi.
" Saya lalu melamar kerja di BUMN dan alhamdulillah di terima. Jadi saya bekerja di PT Karya Nusantara sebagai manager produksi. Saat itu saya berumur 24 tahun". Ingat Nadjikh. Setelah Nadjikh masuk di tahun pertama, langsung bisa meraih laba. Bahkan di tahun ke dua labanya bisa mencapai tiga kali lipat. Di perusahaan processing cokelat itu Nadjikh hanya bekerja sekitar 1,5 tahun akibat kebijakan devaluasi yang mengakibatkan nilai us$ 1 melonjak dari rp 400 menjadi rp 700. bagi BUMN tempat Nadjikh bekerja ini adalah berita buruk karena perusahaan nya harus membeli mesin dalam mata uang US dolar.
Singkat cerita berbekal pengalaman bekerja di sebuah perusahaan di bidang pengolahan udang Nadjikh ingin merintis usahanya sendiri.

Satu hal yang menarik ketika memulai usaha, modal awal yang dipakai Nadjikh untuk menggelindingkan usaha pengumpulan ikan teri hanya rp 10-20 juta. Usaha ini idak dirintis Nadjikh sendirian melainkan bersama seorang temannya. Jadi modal awal rp 10-20 juta adalah hasil urunan. Modalnya tak hanya semangat, ia memulai karena yakin peluang pasar untuk ikan teri yang dikembangkannya memang ada.
Beberapa upaya dilakukan Nadjikh untuk menggulirkan usahanya yang modal terbatas itu, ia menghubungi siapa saja yang kira-kira bisa membantu ide bisnis nya. Antara lain mengontak relasi lamanya, yaitu seorang warga Jepang di Indonesia. Nadjikh cukup lama mengenal orang ini, apalagi Nadjikh sebelumnya juga pernah bekerja di perusahaan cold storage. Demikian pula, orang Jepang itu juga sangat mengenal Nadjikh.
Kepada Orang jepang itu Nadjikh mengutarakan rencananya. "Saya akan buka usaha bersama teman saya.  Tapi saya tidak punya modal. Saya memiliki network bahan baku dan teknologi. Anda bisa bantu tidak ya?

Saat masih bekerja di perusahaan lama, Nadjikh banyak membantu ekspatriat itu hingga divisiyang ditangani berkinerja cukup baik. Orang Jepang itu menjawab, "oke! Tapi saya laporkan dulu ke jepang (kantor pusat). Dan tak lama kemudian datang jawaban dari Jepang yang intinya memberikan pinjaman kepada Nadjikh sebesar US$ 50 ribu. Kalau dirupiahkan sekitar rp 100 jutaan, uang itu di pakai untuk semua jenis investasi, mulai dari beli tanah, cold storage, genset, dan membuat bangunan. Pinjaman itu di cicil selama 2 tahun dengan menyisahkan duit dari hasil ekspor sedikit demi sedikit.

Upaya Nadjikh tak cukup sampai Disitu kebetulan saya punya om yang sedang menjadi okb. Ia punya deposit rp 800 juta, saya pikir harus dimanfaatkan karena butuh modal untuk memutar bisnis saya, paparnya.
" Saya bilang tolong dong Om depositnya dipindahkan ke bank x saja karena rekening saya ada Disana. Ai agak kaget, buat apa. Saya jelaskan bahwa saya meminjam hanya untuk agunan, jadi bunga deposito diterima dan dimiliki om saya seperti biasa. Syaratnya tidak boleh di carikan selama waktu satu-dua tahun ke depan. Ternyata om saya menyetujui. Waktu itu saya juga menambahi jaminan berupa rumah tipe 45 untuk di jaminan di bank. " papar Nadjikh.

Ia ingat waktu pabriknya masih bedindingkan gedek alias ayaman bambu, luasnya 6.000 meter kubik.
Kesuksesan dan prestasi tentu tak lepas dari kejelian dan kemampuan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Nadjikh sendiri beruntung lantaran ketika memulai usaha sudah ada kepastian siapa pembelinya, meski baru satu pembeli. Toh demikian, di luar hubungannya dengan orang Jepang itu, Nadjikh dan timnya terus berupaya memperluas pasar secara intensif. Pendeknya, kepada para pembeli, KML berusaha saling mengerti dan berkompromi.

Ada banyak hal yang biasa di gali dari pengalaman Nadjikh. Ia adalah seorang enterprenuer karena memulai bisnis nya dengan benar-benar dari 0 sampai pengolahan seafood kelas dunia.
Beberapa enterprenuerial wisdom dari perjalanan bisnis M. NADJIKH

  1. Dalam bisnis modal tak harus dimiliki sendiri. Bisa pinjam kepada saudara atau relasi yang menaruh kepercayaan kepada kita.
  2. Jangan cepat puas dengan hasil yang diraih.
  3. Dalam bisnis sangat penting untuk menjaga kepercayaan orang lain.
Demikian salah satu pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0. masi bnayka lagi memang sahabay, tetapi lain waktu akan admin lanjutkan memposting tentang pengusaha lainnya. insyaallah. semoga artikel ini bermamfaat untuk sahabat tugaselesai. wasalam.

1 comment:

Toko Buku Motivasi said...

Cerita sukses yang sangat inspiratif.

Thanks sudah berbagi.

Post a comment

Jika anda masi belum mengerti tentang artikel di atas silahkan bertanya melalui komentar ini.
Salam Sopan.